Visi, Misi dan Tujuan Strategis

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

7

Years of history and education

Sebagai landasan penyelenggaraan program akademik pendidikan tinggi, dan untuk mencapai kualitas profesionalisme SDM yang handal melalui proses pembelajaran, maka FIB UHO mencanangkan VISI dan MISI sebagai berikut:

VISI

Visi fakultas ilmu budaya adalah Menjadi fakultas yang maju, bermatabat berbudaya akademik dan cerdas komprehensif serta mengasilkan sumberdaya manusia yang memiliki kretivitas dalam pengembangan ilmu budaya yang berbasis pada masyarakat maritim dan perdesaan serta unggul dan berkemuka pada kancah regional, nasional, dan internasionall pada tahun 2023.

Maju adalah kemampuan untuk mencapai nilai atau standar tertentu yang diakui dalam pelaksanaan Tridharma yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian pada masyarakat. Standar disesuaikan dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. FAKULTAS ILMU BUDAYA yang maju dapat juga dilihat/diukur dari kualitas karya ilmiah yang dihasilkan termasuk kiprah civitas akademika dalam berbagai kegiatan ilmiah dan kemasyarakatan di tingkat nasional;

Bermartabat adalah tingkat harkat kemanusiaan atau harga diri. Fakultas yang bermartabat adalah fakultas yang menjadikan civitas akademiknya mempunyai harga diri yang tinggi, berpedoman kepada keyakinan dasar, nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur. Menghargai eksistensi hak asasi manusia dengan prinsip kesetaraan dan keadilan. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain;

Berbudaya Akademik adalah semua kegiatan akademiknya akan senantiasa untuk menemukan cara efektif dan efisien, memiliki kompetensi dan kapabilitas, berwawasan, memahami cara mengimplementasi IPTEKS dengan baik serta menjunjung tinggi profesionalisme;

Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun non aptitude,dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, dan semuanya relatif berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya dengan berdasarkan nilai-nilai profesionalisme;

Cerdas komprehensif meliputi cerdas spiritual, cerdas emosional, cerdas sosial, cerdas intelektual, dan cerdas kinestetis. Tabel 1.1 memberikan deskripsi lengkap yang dimaksud dengan cerdas komprehensif.

Makna cerdas komprehensif

Cerdas spiritual: Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul.

Cerdas emosional dan sosial: Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiativitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya, serta kompetensi untuk mengekspresikannya. Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang (a) Membina dan memupuk hubungan timbal balik; (b) Demokratis; (c) Empatik dan Simpatik; (d) Menjunjung tinggi hak asasi manusia; (e) Ceria dan percaya diri; (f) Menghargai kebinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara; (g) Berwawasan kebangsaan degan kesadaran akan hak dan kewajiban warga Negara.

Cerdas intelektual: Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Aktualisasi insan intelektual yang kritis, kreatif, inovatif dan imajinatif.

Cerdas kinestetis: Beraktualisasi diri melalui olahraga untuk mewujudkan insan yang sehat, bugar dan berdaya tahan, sigap, terampil, dan berintegritas.

MISI

  1. Menyelenggarakan pendidikan di bidang Ilmu Pengetahuan Budaya, berbasis riset sehingga lulusannya memiliki kreativitas dan berdaya saing tinggi dalam kancah global.
  2. Menyelenggarakan penelitian kebudayaan pada masyarakat maritim dan perdesaan yang berorientasi pada publikasi dan perolehan HAKI.
  3. Menerapkan hasil-hasil penelitian bidang kebudayaan dalam rangka melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya berbasis kearifan lokal pada masyarakat maritim dan perdesaan.
  4. Menyelenggarakan tata kelola fakultas yang mandiri, transparan dan akuntabel sehingga mampu memberikan layanan prima pada masyarakat multi kultural.
  5. Mengembangkan potensi mahasiswa di bidang kerohanian dan karakter, penalaran olahraga dan seni, serta kewirausahaan guna mendukung pengembangan masyarakat berbasis kearifan lokal untuk membangun atmosfir akademik fakultas di tingkat Nasional dan Internasional.
  6. Menyelenggarakan penciptaan fakultas berbasis budaya lokal, yang nyaman, aman dan berwawasan lingkungan untuk mendukung penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi.

 

TUJUAN STRATEGIS 

  1. Dihasilkannya lulusan yang bermutu, berbudaya akademik  dan berdaya saing;
  2. Tercapainya peningkatan kualitas  penelitian dan pengabdian yang memiliki daya  saing di tingkat Regional, tingkat Nasional bahkan Internasional;
  3. Tersedianya sistem tata kelola yang baik (good faculty governance);
  4. Tercapainya peningkatan prestasi mahasiswa dalam kegiatan penalaran, minat bakat, dan kewirausahaan di tingkat Regional maupun Nasional;
  5. Terciptanya Kampus Fakultas Ilmu Budaya yang aman, nyaman dan berwawasan lingkungan untuk mendukung penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi;
  6. Terwujudnya sistem penjaminan mutu akademik secara menyeluruh di Jurusan/Program Studi

SASARAN STRATEGIS

Sasaran strategis diperlukan untuk mengukur ketercapaian Tujuan Strategis pengembangan FIB UHO diperlukan sejumlah sasaran yang menggambarkan kondisi yang harus dicapai pada tahun 2019. Sasaran strategis untuk tiap tujuan strategis tersebut adalah sebagai berikut.

Sasaran strategi untuk mencapai tujuan strategis T1 (Dihasilkannya lulusan yang bermutu, berbudaya akademik dan berdaya saing global):

  • Meningkatnya daya saing lulusan Fakultas Ilmu Budaya  baik di tingkat Regional,tingkat Nasional bahkan Internasional;

Sasaran strategi untuk mencapai Tujuan Strategis T2 (Tercapainya peningkatan kualitas  penelitian dan pengabdian yang memiliki daya saing)

  • Terciptanya budaya meneliti yang berorientasi pada perolehan hak paten, dan publikasi internasional;
  • Meningkatnya peran serta FIB UHO dalam pengabdian pada masyarakat (Social Responbility)

Sasaran strategi untuk mencapai tujuan strategis T3 (Tersedianya sistem tata kelola yang baik (good university governance)

  • Terselenggaranya good faculty governance (GFG)

Sasaran strategi untuk mencapai tujuan strategis T4  (Tercapainya peningkatan prestasi mahasiswa dalam kegiatan penalaran, seni dan budaya, kewirausahaan, serta olahraga di tingkat nasional/internasional)

  • Meningkatnya prestasi mahasiswa FIB dibidang penalaran, seni dan budaya serta  olahraga

Sasaran strategi untuk mencapai tujuan strategis T5 (Terciptanya kampus Fakultas Ilmu Budaya yang aman, nyaman, dan berwawasan lingkungan untuk mendukung penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi)

  • Kampus Fakultas Ilmu Budaya UHO nyaman, aman sehingga seluruh civitas akademikanya dapat mengembangkan diri bagi kemajuan bangsa

Sasaran strategi untuk mencapai tujuan strategis T6 (Terwujudnya sistem penjaminan mutu akademik secara menyeluruh di Jurusan/Program Studi)

  • Memiliki sistem penjaminan mutu akademik yang menyeluruh di Jurusan/program studi dalam lingkup Fakulas Ilmu Budaya UHO

 

STRATEGI PENCAPAIAN

Strategi pencapaian  untuk mencapai sasaran strategis S1, Meningkatnya daya saing lulusan Fakultas Ilmu Budaya  baik ditingkat Regional maupun ditingkat NasionaL

  • Tersedianya layanan akademik yang baik serta adanya tenaga pengajar dengan jenjang pendidikan rata-rata S2 dan S3
  • Diterapkannya sistem pembelajaran dengan Kurikulum yang berbasis KKNI
  • Memiliki kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa dengan menetapkan syarat score TOEFL minimal 400 sebagai syarat ujian skripsi
  • Memiliki kemampuan softskill mahasiswa dengan cara pengaplikasikan pada semua mata kuliah dan mengadakan pelatihan softskill untuk mahasiswa secara berkala

Strategi pencapaian  untuk mencapai sasaran strategis S2, Tercapainya peningkatan  kualitas  penelitian dan pengabdian yang memiliki daya saing

  • Memiliki penelitian dan pengabdian untuk menghasilkan luaran, berupa materi publikasi/jurnal/seminar/buku dan prosiding di tingkat nasional
  • Memiliki kerjasama dengan Program Studi/Fakultas/Perguruan Tinggi lain maupun dengan stakeholder terkait dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

Strategi pencapaian untuk mencapai sasaran strategis S3, Tersedianya sistem tata kelola yang baik (good university governance)

  • Dilakukannya monitoring dan evaluasi terus-menerus guna meningkatkan mutu pelayanan akademik serta sistem tata kelola yang lebih baik.
  • Mengirim tenaga kependidikan untuk mengikuti studi banding, pelatihan teknis dan tata kelola, sesuai dengan bagiannya.

Strategi pencapaian untuk mencapai sasaran strategis S4, Tercapainya peningkatan prestasi mahasiswa dalam kegiatan penalaran, seni dan budaya, kewirausahaan, serta olahraga ditingkat Regional maupun ditingkat Nasional

  • Meningkatkan prestasi mahasiswa FIB dibidang penalaran, seni dan budaya serta  olahraga
  • Peningkatan keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ko-kurikuler baik Lokal, Nasional bahkan  Internasional

Sasaran strategi untuk mencapai tujuan strategis T5, Terciptanya kampus Fakultas Ilmu Budaya yang aman, nyaman, dan berwawasan lingkungan untuk mendukung penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi.

  • Menambah kemampuan dan kemudahan untuk akses internet bagi dosen dan mahasiswa.
  • Penataan taman dan ruang belajar untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan
  • Menciptakan kondisi yang nyaman untuk belajar di dalam maupun di luar kelas
  • Penanganan kebersihan ruang kantor dan kuliah serta pelayanan akademik lainnya secara Profesional
  • Penanganan keamanan dan keindahan kampus dilakukan secara

    professional

Sasaran strategi untuk mencapai tujuan strategis T6, Terwujudnya sistem penjaminan mutu akademik secara menyeluruh di Jurusan/program studi

  • Meningkatkan mutu calon mahasiswa melalui beragam promosi;
  • Adanya relevansi kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan selalu menyempurnakan dan memperbarui materi-materi pembelajaran;
  • Selalu meningkatkan jumlah dan mutu sarana dan prasarana pembelajaran;
  • Peningkatan mutu proses pembelajaran secara berkesinambungan;
  • Penerapan sistem penjaminan mutu pendidikan (Perkuliahan, Pembimbingan Akademik, Pembimbingan Tugas Akhir/Skripsi) yang terencana, bertahap, sistematis, dan berkelanjutan;